Mempersiapkan Presentasi Bisnis
Kegiatan bisnis saat ini menuntut kita untuk lebih terampil dalam
melakukan komunikasi interpersonal. Wawancara, percakapan dengan
telepon, melalukan pertemuan atau rapat, dan segala kegiatan komunikasi
bisnis mengharuskan kita untuk berhubungan langsung dengan atasan, rekan
kerja, bawahan, calon klien dan sebagainya.
Salah satu bentuk komunikasi yang sering dilakukan saat ini adalah
presentasi. Presentasi bisnis menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan
kepada orang lain, memperkenalkan produk baru atau bahkan memperkenalkan
perusahaan kita, baik kepada pendengar
(audiences) di dalam perusahaan maupun pelanggan atau klien kita.
Ada empat aspek yang menjadi inti dalam presentasi bisnis yaitu sikap dan gaya melakukan presentasi
(attitude), pengetahuan
(knowledge), pengalaman
(experience) dan persiapan
(preparation) yang matang. Di antara ke empat aspek tersebut, persiapan merupakan aspek utama dalam melakukan presentasi bisnis
Mengapa perlu melakukan persiapan?
“Persiapan yang Sempurna dapat mencegah penampilan yang buruk”, demikian yang dikatakan oleh Peter Urs Bender (1994) dalam bukunya
Secret of Power Presentations.
Memiliki sikap yang supel, mudah berkomunikasi, memiliki pengalaman
kerja yang banyak dan berpengetahuan yang luas belum menjamin seseorang
dapat melakukan presentasi bisnis dengan baik. persiapan yang matang
menjadi landasan utama dalam melakukan hal tersebut.
Delapan Langkah Persiapan Presentasi Bisnis
Langkah Pertama: Sesuaikan topik bahasan dan tentukan sasaran presentasi yang jelas dan spesifik
Pada saat Anda diundang untuk melakukan suatu presentasi, maka
persiapkanlah topik yang sesuai. Buatlah sasaran presentasi yang jelas
dan spesifik. Tanyakan pada diri Anda mengapa presentasi ini dilakukan?
Apa yang diharapkan dari Anda sebagai penyaji? Dan apa yang ingin
dihasilkan dari presentasi ini?
Biasanya suatu sasaran presentasi yang baik mencakup alasan mengapa
presentasi itu dilakukan. Apakah Anda diminta untuk memberikan suatu
informasi, menjelaskan metode baru, mendemonstrasikan alat baru,
memberikan penjelasan atau menjual suatu gagasan baru. Di samping itu
sasaran perlu juga mencantumkan hasil yang diharapkan dari presentasi
tersebut.
Langkah Kedua: Kenalilah pendengar (audiences) Anda
Presentasi bisnis yang dilakukan harus serealistis mungkin dari sisi
pendengar. Analisis pendengar perlu dilakukan sehingga Anda dapat
mengetahui siapa pendengar Anda, seberapa besar minat mereka terhadap
presentasi ini, seberapa besar pengetahuan mereka tentang topik
presentasi ini. Dan apa yang mereka harapkan dari Anda selaku penyaji.
Langkah Ketiga: Kumpulkan informasi dan materi presentasi
Pengumpulan informasi dan materi presentasi berarti menentukan apa
dan seberapa besar materi yang akan dipresentasikan. Pengumpulan dan
pemilihan informasi harus disesuaikan dengan sasaran presentasi dan
pendengar Anda.
Ada tiga pertanyaan yang menjadi pertimbangan dalam mengumpulkan informasi:
• Sehubungan dengan sasaran dan topik presentasi, informasi apa yang Anda butuhkan?
• Di mana informasi itu bisa didapatkan?
• Sehubungan dengan pendengar Anda, informasi apa yang dapat digunakan dalam presentasi?
Setelah pertanyaan tersebut dapat terjawab, maka pengumpulan
informasi dan materi presentasi dapat Anda lakukan. Ada beberapa sumber
informasi yang dapat digunakan, yaitu pengetahuan Anda sendiri
berdasarkan pengalaman, pengamatan atau penelitian; pengetahuan dari
bahan bacaan seperti koran, majalah, jurnal, peraturan pemerintah dan
perusahaan, dan dokumen lain.
Pilihlah informasi yang dapat mendukung sasaran Anda. Ada lima hal
yang perlu Anda pertimbangakan dalam memilih informasi informasi yang
relevan, akurat, menarik, bervariasi, dan sesuai dengan kebutuhan
pendengar.
Langkah Keempat: Mengorganisasi bahan presentasi
Setiap presentasi terdiri dari tiga bagian besar yaitu introduksi,
inti dan kesimpulan. Masing-masing dari bagian ini harus secara matang
disiapkan sebagai satu kesatuan.
Introduksi yang baik dari suatu presentasi harus dapat menjawab empat pertanyaan pendengar, yaitu:
• Mengapa saya harus mendengarkan presentasi ini?
• Mengapa saya harus berkeinginan untuk mempelajari topik yang disajikan?
• Apa yang akan saya dengarkan?
• Apa yang akan saya dapatkan dan manfaatkan dari presentasi ini?
Dengan kata lain, dalam introduksi, Anda diharapkan dapat
menghubungkan antara penyaji, topik dan pendengar. Sebagai tambahan di
dalam introduksi, Anda diharapkan dapat memberikan sekilas ulasan
sebagai pengantar untuk masuk ke dalam inti topik.
Ada beberapa teknik dalam memulai suatu presentasi (dan hal ini perlu
Anda catat dalam persiapan presentasi) yaitu : menghubungkan langsung
antara sasaran dengan topik yang Anda akan bicarakan, menggunakan
contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari atau yang sesuai dengan
pendengar, memulai dengan humor, kutipan atau suatu anekdot.
Inti topik, berisikan informasi dan materi utama yang akan
disampaikan kepada pendengar. Buatlah inti topik Anda sistematik,
singkat, menarik dan selengkap mungkin. Gunakanlah informasi yang Anda
dapatkan seoptimum mungkin. Untuk membantu kelancaran presentasi Anda
dapat merancang suatu kerangka presentasi yang berisikan topik dan
sub-sub topik serta gambar, tabel atau pun kutipan yang Anda akan
gunakan.
Kesimpulan, seperti pada introduksi yang merupakan kesan awal
pendengar, maka kesimpulan merupakan kesan akhir dari pendengar. Suatu
kesimpulan yang terencana dengan matang harus dapat memberikan kesan
akhir yang baik dan dapat menciptakan suasana puas pada pendengar. Dalam
kesimpulan sebaiknya Anda membuat suatu ikhtisar dari keseluruhan
presentasi, meninjau kembali sasaran presentasi dan dapat mengundang
pendengar untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Ada tiga pertanyaan pendengar yang harus bisa terjawab dengan kesimpulan tersebut:
• Apa topik utama yang sudah dibahas penyaji?
• Apa alasan utama penyaji melakukan presentasi?
• Apa yang harus saya lakukan atau apa yang saya rasakan sebagai hasil dari presentasi ini?
Langkah Kelima: Siapkan alat bantu audio visual yang sesuai
Alat bantu audio visual merupakan faktor penunjang dalam presentasi
Anda. Siapkan sejak awal. Penggunaan alat bantu yang efektif akan
memiliki pengaruh positif atas presentasi dan Anda lebih mudah
berinteraksi dengan pendengar.
Langkah Keenam: Persiapkan lingkungan presentasi
Tempat dan kondisi di mana Anda akan melakukan presentasi sangat
berpengaruh atas keberhasilan presentasi. Anda perlu mengenali
lingkungan presentasi : ruang presentasi yang akan digunakan, tata letak
ruangan, kebersihan, fasilitas yang tersedia, dan sebagainya. Sesuaikan
lokasi dan tata letak ruang dengan sasaran presentasi Anda.
Langkah Ketujuh: Berlatih sesering mungkin
Anda diharapkan untuk berlatih sesering mungkin. Latihlah suara Anda
dengan mengatur intonasi, volume dan kecepatan suara. Perhatikan sikap
dan bahasa tubuh Anda. Kembangkan teknik presentasi yang efektif. Dengan
semakin banyak berlatih Anda diharapkan akan lebih santai dan penuh
keyakinan diri pada saat melakukan presentasi.
Langkah Kedelapan: Perhatikan penampilan Anda
Sebagai penyaji, Anda akan menjadi pusat perhatian selama presentasi
berlangsung. Perhatikan penampilan Anda . Berpakaian rapih,
berpenampilan bersih dan bersikap wajar tetapi sopan akan membuat
pendengar semakin berminat untuk mendegarkan presentasi Anda.
Delapan langkah ini yang akan mengawali presentasi Anda, persiapan
yang matang membuat Anda lebih merasa siap dan percaya diri dalam
berpresentasi.